Thursday, October 30, 2014

Nasihat Imam Syafi’I dalam Persahabatan


1.Sahabat Yang Baik
Aku mencintai sahabat-sahabatku dengan segenap jiwa ragaku, seakan-akan aku mencintai sanak saudaraku. Sahabat yang baik adalah yang sering sejalan denganku dan yang menjaga nama baikku ketika aku hidup ataupun setelah aku mati.
Aku selalu berharap mendapatkan sahabat sejati yang tak luntur baik dalam keadaan suka ataupun duka. Jika itu aku dapatkan, aku berjanji akan selalu setia padanya.
Kuulurkan tangan kepada sahabat-sahabatku untuk berkenalan, karena aku akan merasa senang. Semakin banyak aku mendapat sahabat, maka aku semakin percaya diri.

2.Mencari Sahabat Di Waktu Susah
Belum pernah kutemukan di dunia ini seorang sahabat yang setia dalam duka. Padahal hidupku sentiasa berputar-putar antara suka dan duka. Jika suka melanda, aku sering bertanya…. Siapakah yang sudi menjadi sahabatku? Jika aku senang, banyak orang yang iri hati, dan saat aku susah mereka bertepuk tangan.

3.Pasang-Surut Persahabatan
Aku bisa bergaul bebas dengan orang lain ketika nasibku sedang baik. Namun, ketika musibah menimpaku, mereka justeru menjauhiku. Jika aku menjauhkan diri dari mereka, mereka mencemoohkan, dan jika aku sakit, tak seorang pun yang menjengukku. Jika hidupku berlumur kebahagiaan, banyak orang iri hati, jika hidupku berselimut derita mereka bersorak gembira.

4.Mengasingkan Diri Lebih Baik Daripada Bergaul Dengan Orang Jahat
Bila tak kutemukan sahabat-sahabat yang taqwa, lebih baik aku hidup menyendiri daripada aku harus bergaul dengan orang-orang jahat.
Duduk sendirian untuk beribadah dengan tenang adalah lebih menyenangkanku daripada bersahabat dengan mereka

5.Sulitnya mencari Sahabat Sejati
Dalam menghadapi perjalanan zaman ini, tenanglah! Lalu bersikaplah seperti seorang paderi menghadapi manusia. Cucilah kedua tanganmu dari zaman tersebut dan dari manusianya. Peliharalah cintamu terhadap mereka. Maka kelak kamu akan memperoleh kebaikannya.
Sepanjang usiaku yang semakin tua, belum pernah aku temukan di dunia ini sahabat yang sejati. Kutinggalkan orang-orang bodoh karena banyak kejelekannya.

6.Sahabat Sejati di kala susah…
Sahabat yang tak mau bersama kita saat kita susah, tidak bedanya dengan bersahabat dengan seorang musuh. Tidak ada sahabat yang abadi, kecuali dia mau menolong kita di saat susah.
Sepanjang hidupku aku berjuang keras mencari sahabat sejati, Kukunjungi seribu negara, namun tak satu negara pun yang penduduknya berhati manusia.

7.Rusaknya Keperibadian Seseorang
Dalam diri manusia itu ada dua macam potensi tipuan dan rayuan. Dua hal itu seperti duri jika dipegang dan ibarat bunga jika dipandang. Apabila kamu memerlukan pertolongan mereka, bersikaplah seperti api yang dapat membakar duri-duri itu.

8.Menghormati Orang Lain
Barangsiapa menghormati orang lain, tentulah ia akan dihormati. Begitu juga barangsiapa menghina orang lain, tentulah ia akan dihina.
Barangsiapa berbuat baik kepada orang lain, baginya satu pahala. Begitu juga barangsiapa berbuat jahat kepada orang lain, baginya siksa yang dahsyat.

9.Menghadapi Musuh
Ketika aku menjadi pemaaf dan tak mempunyai rasa dengki, hatiku lega, jiwaku bebas dari bara permusuhan. Ketika musuhku lewat di hadapanku, aku sentiasa menghormatinya. Semua itu kulakukan agar aku dapat menjaga diriku dari kejahatan.
Aku tampakkan keramahanku, kesopananku dan rasa persahabatanku kepada orang-orang yang kubenci, sebagaimana ku tampakkan hal itu kepada orang-orang yang kucintai.
Manusia adalah penyakit dan penyakit itu akan muncul bila kita mendekati mereka. Padahal menjauhi manusia berarti memutuskan persahabatan.

10.Tipu Daya Manusia
Mudah-mudahan anjing-anjing itu dapat bersahabat denganku, karena bagiku dunia ini sudah hampa dari manusia. Sehina-hinanya anjing, ia masih dapat menunjukkan jalan untuk majikannya yang tersesat, tidak seperti manusia-manusia jahat yang selamanya tak akan memberi petunjuk. Selamatkanlah dirimu, jaga lidahmu baik-baik, tentu kamu akan bahagia walaupun kamu terpaksa hidup sendiri.

11.Tempat Menggantungkan Harapan
Apabila kamu menginginkan kemuliaan, maka dekatilah orang yang sedang membangun rumah untuk Allah. Hanya orang yang berjiwa mulia yang dapat menjaga nama baik dirinya dan selalu menghormati tamunya, baik ketika hidup maupun setelah mati.

12.Menjaga Nama Baik
Jika seseorang tak dapat menjaga nama baiknya kecuali dalam keadaan terpaksa, maka tinggalkanlah dia dan jangan bersikap belas kasihan kepadanya. Banyak orang lain yang dapat menjadi penggantinya. Berpisah dengannya berarti istirahat. Dalam hati masih ada kesabaran buat sang kekasih, meskipun memerlukan daya usaha yang keras.

Tak semua orang yang engkau cintai, mencintaimu dan sikap ramahmu kadangkala dibalas dengan sikap tak sopan. Jika cinta suci tak datang dari tabiatnya, maka tak ada gunanya cinta yang dibuat-buat.

Tidak baik bersahabat dengan pengkhianat karena dia akan mencampakkan cinta setelah dicintai. Dia akan memungkiri jalinan cinta yang telah terbentuk dan membongkar rahasiamu.

No comments:

Post a Comment

apa kata anda ?

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails